Wikipedia

Hasil penelusuran

..


Tim Pengabdian Masyarakat Fapet Unhas Laksanakan Pemeriksaan dan Penanganan Hewan Qurban di Desa Letta Tanah
Juni 09, 2026

On Juni 09, 2026

Bone, 27 Mei 2026 – Tim Pengabdian Masyarakat melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemeriksaan dan Penanganan Hewan Qurban” di Desa Letta Tanah, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, pada Rabu (27/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan hewan qurban serta memastikan hewan yang akan dikurbankan memenuhi syarat kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Tim pengabdian yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Sudirman Baco, Prof. drh. Ratmawati Malaka, dan Dr. Erni Damayanti. Dalam pelaksanaannya, tim memberikan edukasi kepada masyarakat dan peternak mengenai tata cara pemeriksaan kesehatan hewan qurban, penanganan hewan sebelum penyembelihan, serta upaya pencegahan penyakit yang dapat memengaruhi kualitas dan keamanan produk hewan.

Selain penyuluhan, tim juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan qurban. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, kesehatan umum, serta kelayakan hewan untuk dijadikan hewan qurban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Prof. Sudirman Baco menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat dalam mendukung pelaksanaan ibadah qurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilih dan memelihara hewan qurban yang sehat sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi penerima daging qurban,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. drh. Ratmawati Malaka menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan sejak sebelum hari pelaksanaan qurban. Menurutnya, pemeriksaan dini dapat membantu mendeteksi berbagai masalah kesehatan yang berpotensi menurunkan kualitas hewan qurban.


Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Letta Tanah. Warga mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengenali hewan qurban yang sehat serta langkah-langkah penanganan yang tepat untuk menjaga kesejahteraan hewan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan penanganan hewan qurban semakin meningkat, sehingga pelaksanaan ibadah qurban dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.





Pengabdian Masyarakat Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin melalui Edukasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Produk Peternakan di Kelurahan Paccinongan
Desember 08, 2025

On Desember 08, 2025

Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu, 29 sampai 30 November 2025, yang berlokasi di Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini mengusung tema “Pengolahan Produk Peternakan yang Sehat dan Bergizi serta Pengenalan Keamanan Pangan dan Cara Mengolah Produk Peternakan yang Berkualitas”.








Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yang terdiri atas Dr. Ir. Jamila Mustabi, S.Pt., M.Si., IPM., Dr. Ir. Sahiruddin, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng., Muhammad Hatta, S.Pt., M.Si., drh. Farida Nur Yuliati, M.Si., Endah Murpi Ningrum, S.Pt., M.P., serta Masturi M., S.Pt., M.Si. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan diikuti secara aktif oleh warga Kelurahan Paccinongan sebagai peserta utama.







Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada edukasi pengelolaan sampah yang berasal dari limbah rumah tangga, seperti sisa sayur-sayuran, kulit telur, dan sampah organik lainnya. Sampah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar di Indonesia, dengan sisa makanan sebagai jenis sampah dominan, yaitu sekitar 35 sampai 44 persen dari total timbunan sampah, yang sebagian besar berupa sampah organik. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memberikan pemahaman dan praktik langsung kepada masyarakat mengenai cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk cair ramah lingkungan. Pupuk cair tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi warga. Kegiatan ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle melalui Tempat Pengolahan Sampah 3R.











Pada hari kedua, Minggu 30 November 2025, kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan edukasi mengenai pengolahan produk peternakan, khususnya telur, secara baik dan benar dengan memperhatikan aspek keamanan pangan. Warga diberikan pengetahuan tentang cara memilih telur yang layak konsumsi, teknik pengolahan yang higienis, serta inovasi pengolahan telur pindang dengan memanfaatkan limbah daun bawang merah dan ampas teh.







Pengolahan telur pindang ini menjadi hal yang relatif baru dan menarik bagi masyarakat Kelurahan Paccinongan karena memadukan pemanfaatan limbah dengan produk pangan bernilai tambah. Telur pindang yang dihasilkan memiliki cita rasa gurih dan manis yang khas, dengan aroma rempah yang wangi, sehingga berpotensi menjadi alternatif olahan telur yang dapat dikembangkan sebagai produk rumah tangga.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan edukasi teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna diperkenalkan sebagai aset lingkungan yang dapat diolah menjadi sumber daya bernilai. Pengelolaan sampah dan pengolahan produk peternakan yang tepat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Memperebutkan Piala Rektor, Unhas Gelar Kejuaraan Berkuda dan Memanah
April 04, 2025

On April 04, 2025

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Ke 61 Fakultas Peternakan Unhas (Fapet Unhas) dan Hari Pulang Kandang (HPK) Tahun 2025, Pihak penyelenggara mengadakan beberapa rangkaian kegiatan, tidak hanya kegiatan ilmiah, tapi juga kejuaraan dan  beberapa kegiatan hiburan lainnya.

Salah satu event yang menjadi bagian dari perayaan kegiatan Dies Natalis ke 61 Fapet Unhas dan HPK 2025 kali ini adalah Kejuaraan Berkuda dan Memanah. Dekan Fapet Unhas Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si mengemukakan bahwa "selain event Kejuaraan Berkuda dan Memanah, kami juga mengagendakan beberapa kegiatan lain, diantaranya Pengabdian Masyarakat, Seminar dan Sarasehan Nasional, Fapet UH Live Stock Expo, Fapet UH Award, Fapet UH Fun Run, senam Zumba, Kontes Burung Berkicau Tingkat Nasional, Festival Kuliner dan beberapa event pendukung lainnya".

Ketua panitia penyelenggara Dr. Ir. Sahiruddin Sabile, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng menambahkan bahwa "beberapa kegiatan tidak diselenggarakan secara serentak, melainkan bertahap sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya. Khusus untuk Kejuaraan Berkuda dan Memanah akan diselenggarakan mulai Hari Sabtu-Senin, 26-28 April 2025 di Lapangan Panahan Unhas kampus Tamalanrea."

Kejuaraan Berkuda dan Memanah ini akan memperebutkan Piala Rektorat Unhas. Khusus untuk kategori Berkuda akan membuka dua kelas equsterian yaitu endurance dan show jumping. 



Kejuaraan tersebut sekaligus menjadi babak kualifikasi peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Sementara untuk kategori Memanah, kami membuka sembilan kelas mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan peserta umum, baik putera maupun puteri" tambah Sahir yang juga merupakan Kasubdit Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi Unhas.

Pengabdian Masyarakat: Pengenalan dan Penanganan Penyakit pada Ternak Unggas di PT Pattalassang Mandiri Sejahtera
November 09, 2024

On November 09, 2024

Pattalassang, Kabupaten Gowa – Kamis, 7 November 2024.  Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertemakan “Pengenalan dan Penanganan Penyakit pada Ternak Unggas: Strategi Pencegahan dan Pengendalian” di PT Pattalassang Mandiri Sejahtera, Pattalassang, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 7 November 2024, dan diikuti oleh karyawan PT Pattalassang, mahasiswa magang dari berbagai kampus, serta masyarakat setempat. 

Tim pengabdian yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari dosen-dosen Fakultas Peternakan Unhas,  yakni: Prof. Dr. drh. Ratmawati Malaka, M.Sc; Dr. Erni Damayanti, S.Pt; Dr. Athhar Manabi Diansyah, S.Pt dan Fahrul Irawan, S.Pt, M.Si., Ph.D. Kegiatan ini pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa S2 Ilmu dan Teknologi Peternakan yang tengah menempuh mata kuliah Teknologi Manajemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Musmulyadi, S.Pt, selaku  Manager Farm PT Pattalassang Mandiri Sejahtera. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Peternakan Unhas yang telah memilih PT Pattalassang sebagai lokasi pengabdian, serta menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi peternak dan masyarakat sekitar dalam menghadapi tantangan kesehatan ternak unggas.

Selanjutnya,Prof. Dr. drh. Ratmawati Malaka, M.Sc, mewakili tim pengabdian, memberikan sambutan resmi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ratmawati menjelaskan pentingnya mengenali dan menangani penyakit pada ternak unggas, yang merupakan salah satu sektor vital dalam industri peternakan. Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit unggas untuk meningkatkan kesejahteraan ternak dan produktivitas peternakan.

Kegiatan pengabdian ini berfokus pada edukasi tentang jenis-jenis penyakit yang sering menyerang ternak unggas serta cara pencegahan dan pengendaliannya. Materi disampaikan oleh mahasiswa S2 Ilmu dan Teknologi Peternakan Unhas yang mengambil mata kuliah Teknologi Manajemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Materi disampaikan secara bergantian, dengan topik-topik utama meliputi:
  • Pengenalan Penyakit pada Unggas: Mahasiswa menjelaskan berbagai jenis penyakit yang sering menyerang ternak unggas, seperti Avian Influenza, Newcastle Disease, dan Coccidiosis, serta gejala-gejala awal yang harus diwaspadai oleh peternak.
  • Strategi Pencegahan Penyakit: Penggunaan vaksin, sanitasi kandang, pengelolaan pakan, dan sistem manajemen yang baik untuk mencegah penyebaran penyakit.
  • Pengendalian Penyakit: Tindakan yang perlu diambil bila ternak terinfeksi penyakit, termasuk prosedur isolasi ternak, pengobatan, serta langkah-langkah biosekuriti yang perlu diterapkan untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Selama sesi materi, interaksi antara mahasiswa dan peserta sangat dinamis, dengan para karyawan PT Pattalassang, mahasiswa magang, serta masyarakat setempat aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola kesehatan unggas.

Kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin dan PT Pattalassang Mandiri Sejahtera. Kerja sama ini mencakup bidang pengembangan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan hubungan dengan dunia kerja. Penandatanganan kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri peternakan, serta memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, serta praktik peternakan yang berkelanjutan.

Setelah acara penandatanganan, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen antara pihak Fakultas Peternakan Unhas dan PT Pattalassang Mandiri Sejahtera. Foto bersama ini menjadi simbol kolaborasi yang erat antara akademisi, industri peternakan, dan masyarakat.

Prof. Dr. drh. Ratmawati Malaka mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan, guna meningkatkan kualitas peternakan unggas di Indonesia dan mempererat hubungan antara akademisi, industri, dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih memahami tantangan yang dihadapi oleh peternak serta mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari untuk solusi praktis di lapangan.

Pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi para peternak, tetapi juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di masa depan, yang tidak hanya berfokus pada teori tetapi juga pada implementasi praktis di lapangan.

Tingkatkan Pelayanan, Unhas Selenggarakan Pelatihan Pelayanan Prima Bagi Pejabat Struktural Tendik
Oktober 26, 2024

On Oktober 26, 2024


Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia, terus melakukan upaya peningkatan kompetensi terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Eksistensi Tenaga Kependidikan (Tendik) dalam memberikan pelayanan akademik maupun nonakademik di kampus, merupakan bagian terpenting dalam menunjang keberhasilan pencapaian indikator kinerja.

Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik terhadap civitas akademika, Subdirektorat Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi, Direktorat SDM Unhas menyelenggarakan kegiatan Service Performance Improvement Training. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan ini dilaksanakan pada Hari Jumat dan Sabtu, Tanggal 25 dan 26 Oktober 2024 di gedung Aula Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas.


Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni dan Sistem Informasi Unhas, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Prof. Farida menyampaikan bahwa pelayanan prima terhadap civitas akademika Unhas, merupakan bagian yang terpenting dalam memastikan bahwa segala aktivitas yang berbasis pelayanan, baik akademik maupun nonakademik berjalan dengan baik.

Direktur SDM Unhas, Prof. Dr. Dr. Idar Mappangara, Sp.PD., Sp.PJ (K)., FIHA dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan ini diikuti oleh 60 orang peserta pejabat struktural Tendik yang terdiri dari Kepala Bagian, Kepala subdirektorat, kepala Subbagian dan Kepala Seksi dalam lingkup Unhas.


Beberapa muatan materi yang disajikan dalam kegiatan pelatihan ini diantaranya pengenalan konsep dasar peningkatan kinerja layanan, teknik mengukur dan meningkatkan kualitas layanan, studi kasus penerapan strategi peningkatan kinerja layanan di lingkungan kerja dan penerapan teknologi dan inovasi dalam meningkatkan layanan. Materi Peningkatan Disiplin ASN merupakan materi pembuka yang dibawakan langsung oleh Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni dan Sistem Informasi Unhas, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.

Kasubdit Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi Unhas, Dr. Ir. Sahiruddin Sabile, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng menambahkan bahwa kegiatan pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dan instruktur dari Lembaga Manajemen Spiritual Intelligence (MSI) Training. Kegiatan Pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni dan Sistem Informasi Unhas, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum, yang ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bukti konkrit komitmen peserta pelatihan dalam memberikan pelayanan prima di lingkungan kerja masing-masing.

Problematika Rekording pada Peternakan Sapi Skala Kecil
Oktober 26, 2024

On Oktober 26, 2024

Pendataan ternak pada peternak sapi rakyat kecil seringkali menjadi persoalan yang rumit, terutama karena rendahnya tingkat pengetahuan dan pendidikan yang dimiliki oleh para peternak. Banyak dari mereka tidak memahami pentingnya pendataan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas atau mengelola ternak secara lebih efektif. Akibatnya, pendataan sering dianggap sebagai kegiatan yang merepotkan dan tidak berguna, sehingga data yang dikumpulkan cenderung tidak akurat atau tidak lengkap. 

Selain itu, keterbatasan akses terhadap teknologi juga menjadi kendala besar. Sebagian besar peternak kecil tidak terbiasa menggunakan smartphone atau aplikasi digital, apalagi mengisi formulir online yang rumit. Hal ini membuat proses pendataan terasa semakin sulit dan membebani, terutama bagi mereka yang tidak memiliki koneksi internet atau perangkat yang memadai.

Sahiruddin Sabile

Di sisi lain, kurangnya pemahaman tentang manfaat pendataan juga menjadi faktor penghambat. Banyak peternak kecil yang tidak melihat langsung bagaimana data yang mereka berikan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Tanpa pemahaman yang jelas, mereka cenderung enggan berpartisipasi dalam proses pendataan di masa mendatang. Akibatnya, data yang ada tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan, dan peternak pun terus terjebak dalam lingkaran ketidakpastian. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peternak tentang pentingnya pendataan, serta menyederhanakan sistem yang ada agar lebih mudah diakses dan dipahami oleh mereka yang memiliki tingkat pendidikan terbatas.


Solusi Digitalisasi Pendataan Ternak bagi Peternak

Salah satu solusi yang dapat membantu peternak kecil dalam mengatasi masalah pendataan adalah dengan menerapkan sistem digitalisasi pendataan (recording) ternak. Dengan menggunakan aplikasi atau platform digital yang sederhana dan mudah diakses, peternak dapat memantau kondisi dan jumlah ternak mereka secara real-time. 

Aplikasi tersebut dapat dirancang dengan antarmuka yang user-friendly, sehingga peternak dengan tingkat pendidikan rendah pun dapat menggunakannya tanpa kesulitan. Misalnya, aplikasi tersebut dapat memungkinkan peternak untuk mencatat informasi dasar seperti jumlah ternak, riwayat kesehatan, pemberian pakan, atau jadwal vaksinasi. 

Selain itu, fitur seperti notifikasi atau pengingat dapat membantu peternak mengelola ternak mereka lebih efektif. Dengan adanya digitalisasi, peternak tidak hanya bisa mengumpulkan data dengan lebih akurat, tetapi juga memiliki alat untuk memantau perkembangan ternak mereka, sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Inovasi Digitalisasi Pendataan Ternak oleh PT Sampe Wali dan Universitas Hasanuddin

Sebuah terobosan dalam pengelolaan ternak berbasis digital telah dilakukan oleh PT Sampe Wali, sebuah peternakan sapi yang berlokasi di Desa Analere, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin untuk mengembangkan sistem digitalisasi recording ternak yang inovatif. 

Melalui kolaborasi ini, mereka meluncurkan platform PDPSAMPEWALI.id, sebuah sistem digital yang dirancang khusus untuk membantu peternak dalam memantau kondisi populasi ternaknya secara lebih efektif.

Dosen Fakultas Peternakan Unhas Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Pucak untuk Peningkatan Produktivitas Ternak
Oktober 06, 2024

On Oktober 06, 2024


Maros, 5 Oktober 2024, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini di ketuai oleh Prof. Dr. Ir. Sudirman Baco, M.Sc, dengan anggota tim terdiri dari Prof. Dr. drh. Ratmawati Malaka, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Herry Sonjaya, DEa, DES, Dr. Erni Damayanti, S.Pt, dan Fahrul Irawan, S.Pt., M.Si., Ph.D. Kegiatan ini juga didampingi oleh Ketua Departemen Produksi Ternak, Prof. Dr. Ir. Muhammad Irfan Said, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng.

Kegiatan ini mengambil tema "Peningkatan Produktivitas Ternak melalui Animal Health Control" yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik para peternak tentang kesehatan hewan serta cara-cara pengelolaan yang baik dalam budidaya ternak. Dalam rangkaian kegiatan, tim pengabdian masyarakat memberikan sosialisasi mengenai teknik pengendalian penyakit hewan, manajemen pakan, serta cara meningkatkan produktivitas ternak melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Ketua Kelompok Tani Ar-Rahman, Bapak Abd. Rahman, menyambut baik inisiatif ini. "Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim dari Fakultas Peternakan Unhas. Harapan kami, setelah sosialisasi ini, Desa Pucak dapat menjadi desa binaan Fakultas Peternakan, dan kami bisa terus bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan peternak di sini," ungkapnya.

Dalam sambutannya, Prof. Sudirman Baco menjelaskan Kunci dari keberhasilan sebuah peternakan adalah produktivitas ternak. Salah satu faktor  dalam meningkatkan produktivitas ternak. "Dengan menjaga kesehatan hewan, kami berharap peternak dapat memaksimalkan hasil ternak mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan mereka," ungkapnya.

Pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Peternakan Unhas untuk mendukung pembangunan  peternakan yang berkelanjutan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan.


Ciptakan SDM Unggul,  Unhas Selenggarakan Mental Health dan Mental Blok Training
September 26, 2024

On September 26, 2024

Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Subdirektorat Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi, Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) Unhas, mengadakan pelatihan yang dikemas dalam bentuk "Mental Health and Mental Block Training."

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 21-22 September 2024, di Gedung Pertemuan Ilmiah (GPI) Unhas. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi Unhas, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.

Dalam sambutannya, Prof. Farida menekankan bahwa kesehatan mental (mental health) merupakan salah satu indikator penting yang harus mendapat perhatian khusus. Kesehatan mental menjadi krusial dalam mendukung produktivitas dan menciptakan SDM berkualitas dengan kinerja unggul. Prof. Farida juga berperan sebagai narasumber dengan menyampaikan materi tentang penegakan disiplin ASN.

Pelatihan ini juga menghadirkan beberapa narasumber lainnya, antara lain Dr. Dra. Irwani Pane, S.Psi, M.I.Kom., LCPC., Wahyu Latif, S.P., dan K. Judi Abriana, S.E., dari Growth Indonesia. Beberapa materi yang disajikan dalam pelatihan ini meliputi Pertumbuhan dan Pola Pikir Tetap, Kesehatan Mental dalam Meningkatkan Kinerja, Mengatasi Mental Block di Tempat Kerja, Keseimbangan Kerja dan Kehidupan, Etika Kerja Profesional (Etos Kerja), serta Cara Mengembangkan Sikap Pelayanan.

Pelatihan yang diikuti oleh 50 peserta dari Direktorat Keuangan Unhas ini diselenggarakan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti ceramah, FOCUS Group Discussion (FGD), Case Study, Role Play, Experiental Learning dan beberapa bentuk games.


Dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Gelar Pengabdian Masyarakat di CV. Enal Farm, Kabupaten Maros: Fokus pada Pencegahan dan Penanganan Gangguan Reproduksi Ternak
September 23, 2024

On September 23, 2024

Maros, 16 September 2024 – Tim dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di CV. Enal Farm, yang berlokasi di Dusun Tombolo, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademisi dalam mendukung peningkatan kesejahteraan peternak lokal melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pencegahan dan penanganan gangguan reproduksi ternak, masalah yang kerap menjadi tantangan besar bagi peternak di daerah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 16 September 2024 ini melibatkan sejumlah dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin diantaranya Dr. Ir. Sahiruddin, S. Pt., M.Si, IPM., Masturi M. S.Pt., M.Si., Dr. Sutomo, S.Pt., M.Si., Dr. Athhar Manabi Diansyah, S.Pt., Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusuf, S. Pt., IPU., dan  Dr. Ir. Siti Nurlaelah, S.Pt., M.Si., IPM. yang memiliki keahlian di bidang reproduksi ternak dan kesehatan hewan. Mereka bekerja sama dengan pemilik CV. Enal Farm, Zaenal HM, yang telah mengelola peternakan ini selama bertahun-tahun dan menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen Universitas Hasanuddin bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para peternak tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi ternak. Masalah gangguan reproduksi ternak, seperti gangguan estrus, infertilitas, hingga keguguran, sering kali menjadi hambatan dalam meningkatkan produktivitas ternak di kalangan peternak lokal. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi praktis melalui pembinaan dan pelatihan bagi peternak.

Dalam sambutannya, Zaenal HM , pemilik CV. Enal Farm, menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan peternak lokal sangat penting dalam memajukan industri peternakan di Maros. “Kami sangat berterima kasih atas kedatangan dan kontribusi dari tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Masalah reproduksi ternak menjadi tantangan yang cukup serius bagi kami, dan melalui kegiatan ini, kami mendapatkan wawasan baru untuk pencegahan dan penanganannya,” ungkap Zaenal HM.

Pada sesi pelatihan, para dosen memberikan penjelasan mengenai berbagai penyebab gangguan reproduksi pada ternak. Salah satu penyebab utama adalah kekurangan nutrisi pada hewan ternak, yang sering kali mengakibatkan ketidakseimbangan hormon dan berujung pada masalah kesuburan. Selain itu, infeksi saluran reproduksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus juga menjadi topik penting dalam pelatihan tersebut.

Dalam salah satu sesi diskusi, Dr. Ir. Sahiruddin, S. Pt., M.Si, IPM. salah satu dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa pencegahan adalah kunci utama dalam menangani masalah gangguan reproduksi. "Dengan menjaga pola makan yang seimbang, memberikan vitamin dan mineral yang tepat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, peternak bisa mencegah sebagian besar masalah reproduksi pada ternak mereka," katanya.

Selain memberikan teori, tim dosen juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap beberapa ternak di CV. Enal Farm. Pemeriksaan ini meliputi evaluasi kesehatan umum dan kondisi reproduksi ternak, dengan fokus pada deteksi dini masalah yang mungkin tidak terdeteksi oleh peternak. Hasil dari pemeriksaan ini menunjukkan bahwa sebagian besar ternak di peternakan tersebut dalam kondisi baik, namun ada beberapa ternak yang menunjukkan gejala gangguan reproduksi seperti anestrus dan kurangnya tanda-tanda estrus.

Selain pencegahan, penanganan gangguan reproduksi ternak juga menjadi perhatian utama dalam pengabdian masyarakat ini. Dalam beberapa kasus, gangguan reproduksi memerlukan intervensi yang lebih serius seperti perawatan hormonal atau inseminasi buatan (IB). Tim dosen memberikan demonstrasi tentang cara melakukan inseminasi buatan yang benar untuk meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi pada ternak. Mereka juga menunjukkan cara yang tepat dalam menangani masalah seperti retensi plasenta dan penanganan setelah kelahiran.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusuf, S. Pt., IPU. yang juga merupakan salah satu dosen dalam tim, menjelaskan bahwa teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas ternak, tetapi juga mengurangi risiko penyakit menular seksual pada hewan. "Dengan inseminasi buatan, peternak dapat memilih pejantan berkualitas tanpa harus melakukan kontak fisik langsung, sehingga risiko penularan penyakit bisa ditekan," ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya berakhir pada pelatihan satu hari. Tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan bagi peternak di CV. Enal Farm dan peternak lainnya di sekitar Dusun Tombolo. Mereka berencana mengadakan program pelatihan lanjutan yang melibatkan topik lain seperti manajemen pakan, pengelolaan kesehatan ternak secara umum, serta teknologi-teknologi peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Salah satu rencana jangka panjang yang disusun adalah pendirian pusat layanan kesehatan hewan di CV. Enal Farm, yang dapat diakses oleh peternak-peternak kecil di sekitar Kecamatan Tompobulu. Pusat layanan ini nantinya akan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan rutin, layanan reproduksi, dan konsultasi terkait manajemen ternak. "Kami berharap dengan adanya kolaborasi ini, produktivitas ternak di wilayah Tompobulu dapat meningkat, dan kesejahteraan peternak pun ikut terdongkrak," kata Dr. Ir. Siti Nurlaelah, S.Pt., M.Si., IPM.

Pada penutupan acara, baik peternak maupun dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin menyampaikan harapan besar untuk masa depan peternakan di Dusun Tombolo, Tompobulu, Kabupaten Maros. Mereka percaya bahwa melalui kolaborasi yang erat dan transfer ilmu pengetahuan, sektor peternakan di wilayah ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

"Semoga kegiatan ini menjadi awal dari peningkatan produktivitas ternak di wilayah Tompobulu dan sekitarnya. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, kami optimis bahwa masalah gangguan reproduksi ternak dapat diminimalisir dan produktivitas ternak akan meningkat," tutup Zaenal HM.

Pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu contoh nyata dari upaya Universitas Hasanuddin dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada solusi konkrit bagi permasalahan yang dihadapi oleh peternak lokal.

Cegah Stunting, Tim Dosen Fapet Unhas Lakukan Penyuluhan Gizi
Juni 12, 2024

On Juni 12, 2024

 

Data United Nations Children's Fund (UNICEF) Tahun 2018 merilis sebanyak 31 % balita Indonesia mengalami stunting. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan tahun 2023, penurunan stunting di Indonesia hanya 0,1 %, yang sebelumnya sebesar 21,6 %, kemudian mengalami penurunan menjadi 21,5 %. Kementerian Kesehatan RI menargetkan penurunan stunting pada Tahun 2024 sebesar 14 %. Salah satu program utama Kementerian Kesehatan RI dalam mencegah stunting yaitu dengan memberikan makanan yang mengandung  protein hewani seperti daging sapi, ayam, dan telur.

Berdasarkan hal tersebut Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin mempunyai peran andil  membantu pemerintah untuk  menurunkan angka stunting yang ada di Indonesia. Tim dosen dari Fakultas Peternakan  Universitas Hasanuddin pada hari Selasa, 12 Juni 2024 di SD 82 Marusu, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros melaksanakan pengabdian Masyarakat dengan mengusung tema “Peran Protein Hewani untuk Menurunkan Stunting”. 

Tim yang tergabung pada pelasanaan kegaitan tersebut yaitu : Prof. Dr. Ir. Abd. Latief Toleng, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc., IPU., Prof. Ir. Muhammad Yusuf, S.Pt., Ph.D., IPU, Prof. Dr. Ir. Raden Roro Sri R.A. Bugiwati, M.Sc., Dr. Ir. Wempie, M.Sc., Dr. Hasbi, S.Pt., M.Si., Dr. Ir. Sahiruddin, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng., Masturi M., S.Pt., M.Si. dan Aulia Uswa Noor Khasanah, S.Pt., M.Pt. 

Kegiatan ini disambut oleh kepala sekolah SD 82 Marusu ibu Hasma R., S.Pd. dan dihadiri oleh para undangan dari orang tua siswa siswi SD 82 Marusu. Kegiatan pengabdian ini mengedukasi orang tua siswa-siswi mengenai ciri-ciri anak yang terindikasi stunting, dampak dan bahaya stunting serta penyampaian pentingnya protein hewani seperti daging sapi, ayam, dan telur untuk mencegah stunting. Kegiatan terakhir yang dilakukan yaitu mengedukasi bagaimana mengolah bahan makanan protein hewani yang bernilai ekonomis, disukai anak-anak dan mempunyai kandungan gizi tinggi serta membagikan beberapa produk olahan seperti nugget untuk para orang tua siswa-siswi.


Kegiatan pengabdian Masyarakat tersebut salah satu langkah awal dan cara untuk memberi edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua siswa-siswi SD 82 marusu mengenai bahaya stunting dan pentingnya protein hewani untuk mencegah stunting, serta memperkenalkan kebiasaan makan sehat. Keluarga merupakan kunci utama untuk mengatasi sebab-sebab stunting. Harapan kegiatan pengabdian ini yaitu memberi sumbangsih kepada pemerintah untuk  menurunkan angka stunting yang ada di Indonesia.

Kelor sebagai Suplemen Pakan Ternak
Mei 23, 2024

On Mei 23, 2024

Tanaman kelor Moringa oleifera, yang sering dijuluki sebagai "pohon ajaib" atau "miracle tree," telah lama dikenal karena manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan dan nutrisi. Di Indonesia, tanaman ini semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena kandungan nutrisinya yang tinggi, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan.  Daun kelor, yang menjadi bagian paling banyak dimanfaatkan, telah diproduksi dan dikonsumsi secara tradisional oleh masyarakat di berbagai daerah. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pangan fungsional dan tanaman herbal, produksi daun kelor di Indonesia mulai berkembang pesat, tidak hanya untuk konsumsi lokal tetapi juga untuk pasar ekspor.

Sahiruddin Sabile
Sahiruddin Sabile

Produksi daun kelor di Indonesia umumnya masih didominasi oleh skala kecil, dengan banyak petani mengelola tanaman ini secara tradisional di pekarangan rumah atau lahan terbatas. Namun, beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan mulai mengembangkan budidaya kelor secara lebih intensif. Daun kelor dipanen secara manual, kemudian diolah menjadi berbagai produk seperti tepung, teh, kapsul, atau dikonsumsi segar sebagai sayuran.

Meskipun potensinya besar, produksi daun kelor di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya pengetahuan tentang teknik budidaya modern, keterbatasan akses pasar, dan minimnya infrastruktur pengolahan pascapanen. Namun, dengan dukungan riset, teknologi, dan kebijakan yang tepat, tanaman kelor memiliki peluang besar untuk menjadi komoditas unggulan yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Pakan Ternak.

Daun kelor, dengan kandungan nutrisi yang melimpah seperti protein (25-30%), kalsium, zat besi, dan asam amino esensial, telah terbukti menjadi pakan ternak berkualitas tinggi yang mampu meningkatkan produktivitas ternak sapi. Pemberian daun kelor sebagai pakan tambahan atau suplemen dapat meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan produksi susu pada sapi perah, serta memperkuat daya tahan tubuh sapi terhadap penyakit.

Kandungan protein yang tinggi sangat baik untuk mendukung perkembangan otot dan jaringan, sementara kalsium dan zat besi membantu menjaga kesehatan tulang dan darah. Dengan budidaya yang mudah dan biaya produksi yang relatif rendah, daun kelor menjadi solusi ekonomis untuk meningkatkan kualitas pakan ternak sapi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pakan impor yang mahal, sehingga mendukung keberlanjutan dan kemandirian sektor peternakan di Indonesia.

Penggunaan daun kelor sebagai pakan ternak telah terbukti memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan produksi susu pada sapi perah, dan meningkatkan daya tahan tubuh ternak terhadap penyakit. Beberapa peternak di Indonesia mulai memanfaatkan daun kelor sebagai pakan tambahan atau suplemen untuk ternak mereka.

Daun kelor dapat diberikan dalam bentuk segar, kering, atau diolah menjadi tepung yang kemudian dicampur dengan pakan utama. Selain itu, budidaya kelor yang relatif mudah dan cepat tumbuh membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis bagi peternak, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber pakan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Syam dkk (2018) dengan judul: Konsumsi Pakan Sapi Bali yang diberikan Pakan Daun Kelor (Moringa oleifera), menerangkan bahwa daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, termasuk protein (25-43%), kalsium, zat besi, dan asam amino esensial, yang dapat meningkatkan produktivitas ternak. Meskipun pemberian 250 gram daun kelor per hari tidak menunjukkan pengaruh nyata secara statistik terhadap konsumsi pakan, terdapat kecenderungan peningkatan konsumsi pakan pada sapi yang diberi daun kelor.

Penelitian lain Jamili dkk (2020) menerangkan bahwa pemberian daun kelor sebanyak 0,1% dari berat badan sapi selama 13 minggu memberikan efek signifikan pada peningkatan ukuran lingkar skrotum dan libido, terutama setelah minggu ke-8. Daun kelor, yang kaya akan nutrisi seperti protein, vitamin E, dan seng, diduga berperan penting dalam meningkatkan produksi hormon testosteron dan mendukung proses spermatogenesis. Selain itu, kandungan nutrisi dalam daun kelor juga membantu meningkatkan libido dengan mempercepat waktu yang dibutuhkan sapi jantan untuk menaiki betina. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi daun kelor sebagai suplemen pakan untuk meningkatkan performa reproduksi sapi Bali.

Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin telah menjalin kerja sama dengan PT DAHLIA UTAMA untuk memproduksi blok kelor, sebuah inovasi suplemen pakan yang dirancang khusus untuk meningkatkan performa produksi, terutama dalam hal reproduksi ternak sapi. Blok kelor ini, yang kaya akan nutrisi seperti protein, vitamin, dan mineral, bertujuan untuk mendukung kesehatan dan produktivitas ternak.

Melalui kolaborasi tersebut, produk blok kelor telah berhasil diekspor ke Nigeria, di mana peternakan sapi setempat menggunakannya untuk memacu produktivitas dan performa reproduksi ternak mereka. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar blok kelor sebagai solusi pakan suplemen yang efektif dan terjangkau. Ke depan, diharapkan blok kelor dapat semakin dikenal dan digunakan secara luas oleh peternak di berbagai negara, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi, tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan global melalui peningkatan efisiensi reproduksi dan produksi daging serta susu.

INISIASI KERJASAMA, UJUNGPENA INSTITUTE DAN SAHABAT QURBAN KUNJUNGI KANTOR DPD WAHDAH ISLAMIYAH MAKASSAR
Juli 01, 2021

On Juli 01, 2021



Hari Raya Idul Adha merupakan Hari raya terbesar kedua bagi Umat Islam. Sebagaimana yang telah disyariatkan bahwa Qurban merupakan salah satu ibadah bagi setiap pemeluk Islam yang memiliki kemampuan.

Terkait hal tersebut, Ujungpena Institute bersama dengan Sahabat Qurban melakukan inisiasi hubungan kerja sama dengan pihak lain untuk upaya pengadaan dan distribusi hewan qurban. 

Sebagai langkah awal dari rencana kegiatan tersebut, Kamis 1 Juli 2021 Direktur Eksekutif Ujungpena Institute Ir. Sahiruddin Sabile, S.Pt, M.Si, IPM, Asean Eng bertandang ke Kantor DPD Wahdah Islamiyah Makassar. Dalam kunjungan kali ini juga didampingi oleh Athhar Manabi Diansyah, S.Pt selaku CEO Sahabat Qurban. 

Ujungpena Institute merupakan sebuah lembaga yang lebih konsen dalam kegiatan pendidikan seperti halnya pendampingan mengajar, riset, advokasi dan beberapa kegiatan lain dalam bidang pendidikan. Selain urusan pendidikan,  dalam moment qurban tahun ini kita juga ingin terlibat langsung agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat, demikian penuturan Sahir Sabile yang juga merupakan Akademisi Universitas Hasanuddin Makassar.

Athhar Manabi juga menambahkan bahwa selain Wahdah Islamiyah, kegiatan ini juga akan menggandeng organisasi lain yaitu Makna Qurban dan Bank Mega.

Ustadz Gishar Hamka ketua DPD Wahdah Islamiyah Makassar secara umum menyambut baik inisiasi kegiatan bersama ini. Insya Allah kita siap dalam hal penyediaan lokasi pemotongan, proses peyembelihan sampai pada tahap pendistribusian. Kita berharap semoga ini awal yang baik untuk menjajaki kerja sama selanjutnya khususnya dalam hal pendidikan ummat sebagai salah satu upaya dalam memajukan pendidikan Indonesia, demikian disampaikan Ustadz Gishar.

DISKUSI PUBLIK
Juni 25, 2021

On Juni 25, 2021


Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Produksi Ternak Universitas Hasanuddin (HIMAPROTEK-UH) bekerja sama dengan SAHABAT QURBAN dan Ujungpena Institute.


Tema :

Mahasiswa Peternakan : Fokus di bangku kuliah, jadi peternak atau terjun ke dunia enterpreneur

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan Pemberian Obat cacing dan Pengukuran dimensi tubuh ternak, akan diselenggarakan insyaAllah pada Hari Sabtu, 26 Juni 2021 Jam 08.00 WITA di Jalan Faisal Raya 1 No. 5 Makassar. 

Menghadirkan pembicara Andi Fadhlurahman dari HIMAPROTEK Unhas dan Ir.Sahiruddin Sabile, S.Pt, M.Si, IPM, Asean Eng Selaku Direktur Eksekutif Ujungpena Institute